Showing posts with label penanota [fitrahiman].. Show all posts
Showing posts with label penanota [fitrahiman].. Show all posts

Thursday, June 20, 2013

Kejahilan itu adalah suatu penyakit yang serious. Sangat merbahaya, boleh menyebabkan manusia menjadi munafik dan fasik. Sudah tentu ia menyesatkan!

بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

8. وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ

9. يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ


10. فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

11. وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ

12. أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِنْ لَا يَشْعُرُونَ

13. وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا كَمَا آمَنَ النَّاسُ قَالُوا أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَاءُ ۗ أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاءُ وَلَٰكِنْ لَا يَعْلَمُونَ

14. وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَىٰ شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ

15. اللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ

16. أُولَٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَىٰ فَمَا رَبِحَتْ تِجَارَتُهُمْ وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ

17. مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِي اسْتَوْقَدَ نَارًا فَلَمَّا أَضَاءَتْ مَا حَوْلَهُ ذَهَبَ اللَّهُ بِنُورِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِي ظُلُمَاتٍ لَا يُبْصِرُونَ

18. صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ

19. أَوْ كَصَيِّبٍ مِنَ السَّمَاءِ فِيهِ ظُلُمَاتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ يَجْعَلُونَ أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ مِنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِ ۚ وَاللَّهُ مُحِيطٌ بِالْكَافِرِينَ

20. يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصَارَهُمْ ۖ كُلَّمَا أَضَاءَ لَهُمْ مَشَوْا فِيهِ وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
سورة البقرة 8 - 20

 Allah berfirman yang bermaksud:

8.Dan di antara manusia ada yang berkata: Kami telah beriman kepada Allah dan kepada hari akhirat; padahal mereka sebenarnya tidak beriman.
9.Mereka hendak memperdayakan Allah dan orang-orang yang beriman, padahal merek
a hanya memperdaya dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyedarinya.
10.Dalam hati mereka (golongan yang munafik itu) terdapat penyakit (syak dan hasad dengki), maka Allah tambahkan lagi penyakit itu kepada mereka dan mereka pula akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya, dengan sebab mereka berdusta (dan mendustakan kebenaran).
11.Dan apabila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat bencana dan kerosakan di muka bumi, mereka menjawab: Sesungguhnya kami orang-orang yang hanya membuat kebaikan.
12.Ketahuilah! Bahawa sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang sebenar-benarnya membuat bencana dan kerosakan, tetapi mereka tidak menyedarinya.
13.Dan apabila dikatakan kepada mereka: Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang itu telah beriman. Mereka menjawab: Patutkah kami ini beriman sebagaimana berimannya orang-orang bodoh itu? Ketahuilah! Sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak mengetahui (hakikat yang sebenarnya).
14.Dan apabila mereka bertemu dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata: Kami telah beriman dan manakala mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka berkata pula: Sesungguhnya kami tetap bersama kamu, sebenarnya kami hanya memperolok-olok (akan orang-orang yang beriman).
15.Allah (membalas) memperolok-olok dan membiarkan mereka meraba-raba dalam kesesatan mereka (yang melampaui batas itu).
16.Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan meninggalkan petunjuk; maka tiadalah beruntung perniagaan mereka dan tidak pula mereka beroleh petunjuk hidayat.
17.Perbandingan hal mereka (golongan yang munafik itu) samalah seperti orang yang menyalakan api; apabila api itu menerangi sekelilingnya, (tiba-tiba) Allah hilangkan cahaya (yang menerangi) mereka dan dibiarkannya mereka dalam gelap-gelita, tidak dapat melihat (sesuatu pun).
18.Mereka (seolah-olah orang yang) pekak, bisu dan buta; dengan keadaan itu mereka tidak dapat kembali (kepada kebenaran).
19.Atau (bandingannya) seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit, bersama dengan gelap-gelita dan guruh serta kilat; mereka menyumbat jarinya ke dalam telinga masing-masing dari mendengar suara petir, kerana mereka takut mati. (Masakan mereka boleh terlepas), sedang (pengetahuan dan kekuasaan) Allah meliputi orang-orang yang kafir itu.
20.Kilat itu pula hampir-hampir menyambar (menghilangkan) penglihatan mereka; tiap-tiap kali kilat itu menerangi mereka (dengan pancarannya), mereka berjalan dalam cahayanya. Dan apabila gelap menyelubungi mereka, berhentilah mereka (menunggu dengan bingungnya). Dan sekiranya Allah menghendaki, nescaya dihilangkanNya pendengaran dan penglihatan mereka; sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.
Surah Al-Baqarah ayat 8 - 20

Rumusan: 
Hari kemudian ialah: mulai dari waktu mahluk dikumpulkan di padang mahsyar sampai waktu yang tak ada batasnya. 


Yakni keyakinan mereka terdahap kebenaran Nabi Muhammad s.a.w. lemah. Kelemahan keyakinan itu, menimbulkan kedengkian, iri-hati dan dendam 
terhadap Nabi s.a.w., agama dan orang-orang Islam.

Kerusakan yang mereka perbuat di muka bumi bukan berarti kerusakan benda, melainkan menghasut orang-orang kafir untuk memusuhi dan menentang orang-orang Islam. 

Maksudnya: pemimpin-pemimpin mereka. 

Mengenai firman Allah Waidza laqulladziina amanu...... (S. 2: 14) diturunkan tentang Abdullah bin Ubay dan kawan-kawannya, dalam peristiwa sebagai berikut: Pada suatu hari di saat mereka bertemu dengan beberapa shahabat Nabi SAW, Abdullah bin Ubay berkata kepada teman-temannya: "Lihatlah, bagaimana caranya aku mempermainkan mereka yang bodoh-bodoh itu!" Ia pun mendekat dan menjabat tangan Abu Bakar sambil berkata. "Selamat penghulu Bani Taim dan Syaikhul Islam dan orang kedua beserta Rasulullah di gua (Tsaur) yang mengurbankan jiwa dan harta bendanya untuk Rasulullah." Kemudian ia menjabat tangan Umar sambil berkata: "Selamat penghulu Bani Adi bin Ka'b yang mendapat gelaran al-Faruq, yang kuat memegang Agama Allah, yang mengurbankan jiwa dan harta bendanya untuk Rasulullah." Kemudian ia menjabat tangan Ali bin Abi Thalib sambil berkata: "Selamat saudara sepupu Rasulullah, mantunya, dan penghulu bani Hasyim sesudah Rasulullah." Setelah itu mereka berpisah dan berkatalah Abdullah bin Ubay kepada kawan-kawannya. "Sebagaimana kamu lihat perbuatanku tadi, jika kamu bertemu dengan mereka, berbuatlah seperti apa yang telah kulakukan." Kawan-kawannya pun memuji-muji Abdullah bin Ubay. Setibanya Kaum Muslimin (Abu Bakar, Umar dan Ali) kepada nabi SAW mereka memberitahukan peristiwa tadi, maka turunlah ayat tersebut di atas (S. 2: 14). Ayat ini membukakan kepalsuan golongan munafik dalam menghadapi kaum Muslimin.
(Diriwayatkan oleh al-Wahidi dan ats-Tsa'labi dari Muhammad bin Marwan dan as-Suddi as-Shaghir dari al-Kalbi dari Abi Shaleh yang bersumber dari Ibnu Abbas. Sanad riwayat ini dla'if karena as-Suddi as-Shaghir pendusta, begitu juga al-kalbi dan Abi Shaleh dla'if.) 

Orang-orang munafik itu tidak dapat mengambil manfaat dari petunjuk-petunjuk yang datang dari Allah, karena sifat-sifat kemunafikkan yang bersemi dalam dada mereka. Keadaan mereka digambarkan Allah seperti dalam ayat tersebut di atas. 

Walaupun pancaindera mereka sehat mereka dipandang tuli, bisu dan buta oleh karena tidak dapat menerima kebenaran.

Keadaan orang-orang munafik itu, ketika mendengar ayat-ayat yang mengandung peringatan, adalah seperti orang yang ditimpa hujan lebat dan petir. Mereka menyumbat telinganya karena tidak sanggup mendengar peringatan-peringatan Al Quran itu.

Maksudnya pengetahuan dan kekuasaan Allah meliputi orang-orang kafir. 

Dalam suatu riwayat dikemukakan, bahwa dua orang munafiq Madinah lari dari Rasulullah kepada kaum musyrikin. Di jalan ditimpa hujan (sebagaimana diterangkan dalam S. 2: 19, 20, bahwa hujan tersebut mengandung guruh yang dahsyat, petir dan kilat). Tiap kali ada petir mereka menutup telinganya dengan jari, karena takut memekakkan telinganya, dan mati karenanya. Apabila kilat bersinar, mereka berjalan. Dan apabila tiada sinar kilat, mereka tidak dapat melihat. Mereka kembali ke jalan semula untuk pulang dan menyesali perbuatan mereka dan keesokan harinya mereka menghadap kepada Rasulullah SAW menyerahkan diri masuk Islam dengan sebaik-baiknya. Allah mengumpamakan kejadian dua orang munafiq ini kepada kaum munafiqin lainnya yang ada di Madinah. Apabila menghadiri majlis Rasulullah SAW mereka menutup telinga dengan jarinya karena takut terkena oleh sabda Rasulullah SAW yang meneragnkan hal ihwal mereka sehingga terbongkarlah rahasianya, atau mereka jadi tunduk, karena terpikat hatinya. Perbandingan antara kedua orang munafiq dengan munafiqin Madinah ialah:

1. Kedua orang munafiq menutup telinganya karena takut mendengar guruh yang memekakkan, dan apabila kilat bersinar mereka berjalan. Sedang kaum munafiqin Madinah menutup telinga karena takut terkena sabda Rasul. Akan tetapi di saat banyak harta, anak buah dan mendapat ghanimah atau kemenangan, mereka ikut serta dengan kaum Muslimin dan berkata: "Nyatalah sekarang benarnya agama Muhammad itu." Dan mereka merasa tentram.

2. Kedua orang munafiq apabila tiada cahaya kilat, mereka berhenti dan tertegun. Sedang kaum munafiqin Madinah apabila habis hartanya, anak buahnya dan terkena musibah, mereka berkata: "Inilah akibat agama Muhammad." Mereka kembali murtad dan kufur. 

(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari abi Shaleh yang bersumber dari Ibnu Abbas, Murrah, Ibnu Mas'ud dan beberapa orang shahabat lainnya.)

Monday, May 9, 2011

Berbaktilah Kepada Kedua Ibu Bapamu !!!



السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Syukur alhamdulillah, kita mempunyai ibu bapa dan keluarga di mana yang paling penting ialah kita mempunyai seorang " IBU ". 

Kasih sayang bermula dari seorang insan yang bergelar " IBU " maka dari itu Allah SWT telah meletakan kedudukan yang tinggi kepada wanita yang menjadi " IBU ".



Allah SWT berfirman :

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَنَ بِوَلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍۢ وَفِصَلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ


Maksudnya.
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, 
dan menyapihnya (menyusukan) dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapamu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
[Surah Luqman : 14]
__________________________________________________

Dari beberapa ayat yang terdapat di dalam al Qur'an dengan jelas menyatakan betapa besarnya kewajipan seorang anak menta'ati kepada kedua ibu bapanya
dan ianya merupakan amalan takarrub kepada Allah SWT yang sangat besar pahalanya.
Dan di sebaliknya melakukan sesuatu sama ada melalui perkataan atau perbuatan yang boleh mengecilkan hati keduanya,
apatah lagi sampai mengherdiknya adalah suatu dosa yang sangat besar di sisi Allah SWT.


Abu Hurairah ra. berkata : 
" Seorang lelaki datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan bertanya : “ Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku layan dengan sebaik-baiknya? ”
Baginda menjawab : “ Ibu kamu.”
Dia bertanya lagi : “ Kemudian siapa? ”
Baginda menjawab : “ Ibu kamu.”
Dia bertanya lagi : “ Kemudian siapa? ”
Baginda menjawab: “ Ibu kamu.”
Dia bertanya lagi : “ Kemudian siapa? ”
Baginda menjawab : “ Ayah kamu.” 
(HR. Al-Bukhari)


Oleh kerana Islam meletakan status yang tinggi kepada mereka yang menjadi " IBU " maka mendoakan kepada ibu amatlah digalakan. 

" Wahai Tuhan kami! Berilah ampun bagiku dan bagi kedua ibu bapaku serta 
bagi orang-orang yang beriman, 
pada masa berlakunya hitungan amal dan pembalasan " 
[Surah Ibrahim : 41]


Sebagai peringatan kepada anak-anak ku yang di kasihi, umpamakanlah dengan menghormati kedua ibu bapamu selagi hayat di kandung badan.





Wassallam.

Belaian Ibu

Wednesday, April 13, 2011

Seorang Dr.Neurologi Menemui Keajaiban Perintah Allah.


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sahabat2 semua yang Islam dan juga yang Bukan Islam ... bacalah Email ini dari sahabat yg menetap di US:
" Seorang doktor di Amerika Syarikat telah memeluk Islam kerana beberapa keajaiban yang ditemui dalam penyelidikannya.  Dia amat kagum dengan penemuan tersebut, sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran. Dia adalah seorang Doktor Neurologi . Setelah memeluk Islam, dia amat yakin akan perubatan secara Islam dan
dengan itu telah membuka sebuah klinik yang bertemakan
"Perubatan Melalui Al-Qur'an. "

Kajian perubatan melalui Al-Qur'an membuatkan ubat-ubatannya berteraskan apa yang terdapat di dalam Al-Qur'an.  Di antara kaedah-kaedah yang digunakan termasuklah berpuasa, madu lebah, biji hitam (black seed) dan sebagainya. 

Apabila di tanya bagaimana dia tertarik  untuk memeluk Islam, maka doktor tersebut memberitahu bahawa semasa beliau melakukan kajian urat saraf, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki oleh darah . Padahal setiap inci otak manusia  memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal. 

" Setelah membuat kajian yang memakan masa, akhirnya beliau mendapati bahawa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak manusia melainkan pada ketika  seseorang itu sedang sujud semasa mengerjakan sembahyang."

Urat tersebut memerlukan darah hanya untuk Beberapa sukatan yang tertentu sahaja.  Ini bermaksud bahawa darah hanya akan memasuki urat tersebut mengikut kadar sembahyang waktu yang diwajibkan oleh Islam.
Begitulah keagungan ciptaan Allah SWT...kepada yang tidak menunaikan sembahyang ,maka otaknya tidak akan dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal!!!
Oleh yang demikian, kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganuti agama Islam kerana sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah SWT dengan agama-Nya yang indah ini.


NASIHAT IMAM SYAFIE :
Empat Perkara Untuk Sihat &
Empat perkara menguatkan badan.  
1. makan daging.
2. memakai haruman.
3. kerap mandi.
4. berpakaian dari kapas.

Empat perkara melemahkan badan.
1. banyak berkelamin (bersetubuh). 
2. selalu cemas.
3. banyak minum air ketika makan.
4. banyak makan bahan yang masam.

Empat perkara menajamkan mata.
1. duduk mengadap kiblat. 
2. bercelak sebelum tidur.
3. memandang yang hijau.
4. berpakaian bersih.

Empat perkara merosakkan mata.
1. memandang najis.
2. melihat orang dibunuh.
3. melihat kemaluan.
4. membelakangi kiblat.

Empat perkara menajamkan fikiran.
1. tidak banyak berbual kosong. 
2. rajin bersugi (gosok gigi).
3. bercakap dengan orang soleh.
4. bergaul dengan para ulama.

EMPAT CARA TIDUR :
1. TIDUR PARA NABI.
Tidur terlentang sambil berfikir tentang kejadian langit dan
bumi.
2. TIDUR PARA ULAMA' & AHLI IBADAH.
Miring ke sebelah kanan untuk memudahkan terjaga untuk solat
malam.
3. TIDUR PARA RAJA YANG HALOBA. 
Miring ke sebelah kiri untuk mencernakan makanan yang banyak
dimakan.
4. TIDUR SYAITAN.
Menelungkup/meniarap [tiarap] seperti tidurnya ahli neraka. 
Wallau a'lam.


Bersujud.











Monday, March 14, 2011

Anugerah Keampunan.


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Anugerah Keampunan.

Barangsiapa yang meninggal [mati] dalam keadaan bertauhid, sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir, berikrar dan mengucapkan dua kalimah syahadah, maka berhaklah ia berada di sisi Allah SWT  dan memasuki syurgaNya.

Manusia tersebut sudah dapat dipastikan oleh Allah SWT, maka  memasukilah kesyurgaNya, walaupun kemasukannya yang terakhir [tidak bersama-sama orang-orang yang terdahulu], kerana akan di azab terlebih dahulu di neraka, berpunca dari kemaksiatan dan dosa-dosanya yang dikerjakan terdahulu, jika tidak  bertaubat maka tidak akan di ampuni, maka wajiblah bertaubat nasuha. Akan tetapi gulungan ini juga tidak kekal di neraka, kerana jika terdapat hatinya masih mempunyai sebutir iman … InsyaAllah.  Adapun dalil-dalilnya sebagaimana di terangkan di dalam hadith Sahih Bukhari dan Sahih Muslim :

Dari Abu Dzar r.a. yang menceritakan bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda, "Barangsiapa mengucapkan ‘Laa ilaaha illallaah’ kemudian meninggal [mati], pasti memasuki syurgaNya."

Dari Anas r.a., bahwa Nabi saw. telah bersabda, " Akan keluar dari neraka bagi orang yang mengucapkan, 'Laa ilaaha illallaah,' walaupun hanya sebesar satu butir iman di hatinya."

Dari Abu Dzar r.a pula, dia telah berkata bahawa sesungguhnya Nabi s.a.w telah bersabda : " Telah datang kepadaku malaikat Jibril dan memberi khabar gembira kepadaku, bahawa barangsiapa yang meninggal di antara umatmu dalam keadaan tanpa mempersekutukan Allah SWT, maka pasti akan memasuki syurga, walaupun dia berbuat zina dan mencuri." Nabi s.a.w. mengulanginya sampai [sebanyak] dua kali.


Banyak hadith yang menunjukkan bahawa kalimah syahadah memberi hak untuk memasuki syurga dan terlindung dari neraka bagi yang mengucapkannya [mengucap Laa ilaaha illallaah]. Maksudnya!!! meskipun dia banyak berbuat dosa, dia tetap memasuki syurga, walaupun yang terakhir…InsyaAllah!!!

Sedangkan yang dimaksud terlindung dari neraka ialah tidak selama-lamanya di dalam neraka, tetapi di azab terlebih dahulu kerana perbuatan maksiatnya [dosa-dosanya] yang terdahulu.

Sedangkan Rasulullah s.a.w mengerjakan taubat sekurang-kurangnya tujuh puluh kali dalam sehari semalam, maka siapalah kita yang tidak lekang membuat dosa sama ada kecil atau pun besar, di sengajakan atau pun tidak di sengajakan…Yaa Allah!!!

Bertaubatlah dengan Taubat Nasuha!!! Jangan di tangguh-tangguhkan, sedangkan kematianlah yang paling menghampiri kita.

Wallahu a’lam bish-showab.




Saturday, March 12, 2011

Diet Rasulullah S.A.W.

 
السَّـلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُـه



Rupanya tanpa kita sedari, dalam makanan yang kita makan sehari-hari, kita tak boleh makan sesuka hati kita saja. Inilah penyebab terjadinya berbagai penyakit antara lain penyakit kencing manis, lumpuh, sakit jantung, keracunan makanan dan lain-lain penyakit. Apabila anda telah mengetahui ilmu ini, tolonglah ajarkan kepada yang lainnya.

Ustaz Abdullah Mahmood mengungkapkan, Rasulullah s.a.w tidak pernah mengalami sakit perut sepanjang hayatnya kerana baginda begitu pandai menjaga makanannya sehari-hari. InsyaAllah kalau anda ikut diet Rasulullah s.a.w ini, anda tidak akan menderita sakit perut atau pun mendapat keracunan makanan.

Jangan makan   SUSU        bersama     DAGING
Jangan makan   DAGING     bersama     IKAN
Jangan makan   IKAN         bersama     SUSU
Jangan makan   AYAM        bersama     SUSU
Jangan makan   IKAN         bersama     TELUR
Jangan makan   IKAN         bersama     DAUN SALAD
Jangan makan   SUSU        bersama     CUKA
Jangan makan   BUAH        bersama     SUSU [Contoh : KOKTEL]

CARA MAKAN.
* Jangan makan buah setelah makan nasi, sebaliknya makanlah buah terlebih dahulu, baru makan nasi.

* Tidur 1 jam setelah makan tengah hari.

*Jangan sesekali tinggal makan malam. Barang siapa yg tinggal makan malam dia akan dimakan usia dan kolesterol dalam badan akan berganda. Nampak memang sulit [kepada yang tidak makan malam] untuk melakukan, tetapi, kalau tidak percaya, ia akan memberi kemudaratan jangka panjang. Kesannya tidak dalam jangka pendek,ianya akan nampak apabila umur kita sudah menjangkau [bertambah], yakni ketika sudah tua nanti.

* Dalam Al-Qur’an juga melarang kita makan makanan darat bercampur dengan makanan laut. Nabi s.a.w pernah mencegah kita makan ikan bersama susu., oleh kerana akan cepat mendapat penyakit.
Ini terbukti oleh ilmuwan yang menemukan bahawa dalam daging ayam mengandung ion+ sedangkan dalam ikan mengandung ion- , jika dalam makanan kita ayam bercampur dengan ikan maka akan terjadi reaksi biokimia yang akan dapat merosakkan usus kita.

Al-Qur’an juga mengajarkan kita menjaga kesihatan seperti membuat amalan antara lain :



1. Mandi pagi sebelum subuh, sekurang kurangnya sejam sebelum matahari terbit. Air sejuk yang meresap kedalam badan dapat mengurangi penimbunan lemak. Kita boleh saksikan orang yang mandi pagi kebanyakan tidak gemuk.

2. Rasulullah mengamalkan minum segelas air sejuk [ bukannya air dalam peti sejuk/ais ] setiap pagi. Mujarabnya InsyaAllah jauh dari penyakit [ susah mendapat sakit ].

3. Waktu sembahyang subuh disunatkan kita bertafakur [ iaitu sujud sekurang kurangnya seminit setelah membaca doa ]. Kita akan terhindar dari sakit kepala atau migrain. Ini terbukti oleh para ilmuwan yang membuat kajian kenapa dalam sehari perlu kita sujud. Ahli-ahli sains telah menemui beberapa milimeter ruang  udara dalam saluran darah dikepala yang tidak dipenuhi darah, maka dengan bersujud darah akan mengalir keruang tersebut.

4. Nabi juga mengajar kita makan dengan tangan dan bila habis hendaklah menjilat jari. Begitu juga ahli saintis tel
.ah menemukan bahawa enzim banyak terkandung dicelah jari-jari, iaitu 10 kali ganda terdapat dalam air liur. [ enzim sejenis alat percerna makanan ].


Sabda Nabi s.a.w  : "Ilmu itu milik Allah SWT, barang siapa menyebarkan ilmu demi kebaikan insyaAllah, Allah SWT akan menggandakan 10 kali kepadanya"

Wallahua'lam.