Thursday, February 10, 2011

Kematian.

.
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Kematianlah yang paling menghampiri kita, dengan apa jua perjalanan yang di ambil oleh kita di dunia ini pasti ia akan menentukan perjalanan yang selanjutnya [seterusnya].

Bilakah perjalanan dunia ini akan berakhir?
Ya! apabila roh kita di pisahkan kembali daripada jasad [badan] maka berpisahlah roh daripada badan, inilah yang di namakan kematian. Roh akan di cabut melalui ubun-ubun kepala dan ada pula yang di cabut melalui dua kaki kita.
Percabutan roh melalui kaki adalah lebih sengsara daripada melalui ubun-ubun kepala kita.
Rasulullah s.a.w ketika sakratul-maut, roh baginda di cabut melalui kepala dengan cara yang perlahan, itu pun baginda merasa akan kepedihannya.

Siti Aisyah ra berkata:
"Saya melihat Rasulullah s.a.w tengah menghadapi sakratul maut. di sisi baginda ada sebuah besen [takungan] yang berisi air, kemudian baginda mencelupkan tangan kedalamnya lalu mengusapkan kewajahnya seraya berdo'a ; Ya Allah! Tolonglah saya dari kepayahan menghadapi maut ini."
[HR. Imam Turmuzy].

Cuba kita bayangkan, Rasulullah s.a.w sendiri merasakan akan kepayahan sakratul maut sedangkan baginda adalah orang yang suci, yang tidak berdosa.
Bagaimana dengan  nasib kita kelak yang tidak lekang dan sentiasa membuat dosa, himpunan dosa kecil dan besar penuh berlumuran...Subhanallah!!!

Walau apa sekali pun atau bagaimana susahnya sakratul maut akan di tentukan dengan bentuk amalan yang kita lakukan semasa hidup kita di dunia yang penuh dengan ujian ini. Semakin banyak yang kita lakukan perbuatan [perkara] yang tercela dan terkutuk semakin susahlah kita di dalam pencabutan nyawa ini.

Persoalannya, siapa sahaja yang mati?
Terjawab sudah dan pasti, semua manusia akan mati, ia tidak hanya datang kepada orang-orang tua sahaja, malah kepada orang muda juga ia menghampirinya [di datangi]. Tidak kepada lelaki sahaja malah maut juga menghampiri [datang] kepada kaum wanita. Kepada setiap yang bernyawa tetap dan pasti akan mati, itulah ia perjanjian kita dengan Yang Maha Pencipta.

Firman Allah SWT yang berbunyi dan maksudnya :

بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًۭا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,
(Surah AL MULK ayat : 2)

Yang pasti tidak ada cara untuk kita kembali ke dunia, peluang itu hanya sekali yang telah di tentukan [tetapkan], bukankah itu yang kita janjikan!!!

Firman Allah SWT yang berbunyi dan maksudnya :

بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

‎وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌۭ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةًۭ ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ 

Tiap-tiap umat mempunyai ajal; maka apabila telah datang ajalnya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya." 
( Surah AL A'RAAF ayat : 34 )

Perjalanan hidup ini mesti di teruskan dengan amalan sedaya mungkin, biarlah sedikit asalkan berterusan. Apabila kematian sudah menghampiri atau pun mati sudah datang kepada kita, di saat itu sudah tidak ada gunanya untuk di sesali lagi, kerana segala-galanya sudah terlambat...

Wallahu'alam.





Wednesday, February 9, 2011

Surah Al Mulk.




بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

تَبَرَكَ ٱلَّذِى بِيَدِهِ ٱلْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌ    
Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,
(QS. AL MULK:1)

ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًۭا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ       
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,
(QS. AL MULK:2)

ٱلَّذِى خَلَقَ سَبْعَ سَمَوَتٍۢ طِبَاقًۭا ۖ مَّا تَرَىٰ فِى خَلْقِ ٱلرَّحْمَنِ مِن تَفَوُتٍۢ ۖ فَٱرْجِعِ ٱلْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِن فُطُورٍۢ
Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?
(QS. AL MULK:3)

ثُمَّ ٱرْجِعِ ٱلْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنقَلِبْ إِلَيْكَ ٱلْبَصَرُ خَاسِئًۭا وَهُوَ حَسِيرٌۭ           
Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.
(QS. AL MULK:4)

وَلَقَدْ زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنْيَا بِمَصَبِيحَ وَجَعَلْنَهَا رُجُومًۭا لِّلشَّيَطِينِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ ٱلسَّعِيرِ
Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala,
(QS. AL MULK:5)



وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ
Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
(QS. AL MULK:6)


إِذَآ أُلْقُوا۟ فِيهَا سَمِعُوا۟ لَهَا شَهِيقًۭا وَهِىَ تَفُورُ
Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak,
(QS. AL MULK:7)

تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ ٱلْغَيْظِ ۖ كُلَّمَآ أُلْقِىَ فِيهَا فَوْجٌۭ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَآ أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌۭ  
hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka:" Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?
(QS. AL MULK:8)

 قَالُوا۟ بَلَىٰ قَدْ جَآءَنَا نَذِيرٌۭ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ ٱللَّهُ مِن شَىْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِى ضَلَلٍۢ كَبِيرٍۢ   
Mereka menjawab:" Benar ada ", sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan (nya) dan kami katakan:" Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar.
(QS. AL MULK:9)

وَقَالُوا۟ لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِىٓ أَصْحَبِ ٱلسَّعِيرِ 
Dan mereka berkata:" Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.
(QS. AL MULK:10)

فَٱعْتَرَفُوا۟ بِذَنۢبِهِمْ فَسُحْقًۭا لِأَصْحَبِ ٱلسَّعِيرِ  
Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.
(QS. AL MULK:11)

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِٱلْغَيْبِ لَهُم مَّغْفِرَةٌۭ وَأَجْرٌۭ كَبِيرٌۭ       
Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
(QS. AL MULK:12)

وَأَسِرُّوا۟ قَوْلَكُمْ أَوِ ٱجْهَرُوا۟ بِهِۦٓ ۖ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ
Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
(QS. AL MULK:13)

  أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلْخَبِيرُ
Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?
(QS. AL MULK:14)

هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ ذَلُولًۭا فَٱمْشُوا۟ فِى مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا۟ مِن رِّزْقِهِۦ ۖ وَإِلَيْهِ ٱلنُّشُورُ
Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
(QS. AL MULK:15)

ءَأَمِنتُم مَّن فِى ٱلسَّمَآءِ أَن يَخْسِفَ بِكُمُ ٱلْأَرْضَ فَإِذَا هِىَ تَمُورُ 
Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?,
(QS. AL MULK:16)

أَمْ أَمِنتُم مَّن فِى ٱلسَّمَآءِ أَن يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًۭا ۖ فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ 
Atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku?
(QS. AL MULK:17)

وَلَقَدْ كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ 
Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka alangkah hebatnya kemurkaan-Ku.
(QS. AL MULK:18)

أَوَلَمْ يَرَوْا۟ إِلَى ٱلطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَٓفَّتٍۢ وَيَقْبِضْنَ ۚ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا ٱلرَّحْمَنُ ۚ إِنَّهُۥ بِكُلِّ شَىْءٍۭ بَصِيرٌ  
Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu.
(QS. AL MULK:19)


أَمَّنْ هَذَا ٱلَّذِى هُوَ جُندٌۭ لَّكُمْ يَنصُرُكُم مِّن دُونِ ٱلرَّحْمَنِ ۚ إِنِ ٱلْكَفِرُونَ إِلَّا فِى غُرُور
Atau siapakah dia yang menjadi tentara bagimu yang akan menolongmu selain daripada Allah Yang Maha Pemurah? Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu.
(QS. AL MULK:20)

 أَمَّنْ هَذَا ٱلَّذِى يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُۥ ۚ بَل لَّجُّوا۟ فِى عُتُوٍّۢ وَنُفُورٍ 
Atau siapakah dia yang memberi kamu rezki jika Allah menahan rezki-Nya? Sebenarnya mereka terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri.
(QS. AL MULK:21)

أَفَمَن يَمْشِى مُكِبًّا عَلَىٰ وَجْهِهِۦٓ أَهْدَىٰٓ أَمَّن يَمْشِى سَوِيًّا عَلَىٰ صِرَطٍۢ مُّسْتَقِيمٍۢ   
Maka apakah orang yang berjalan terjungkal di atas mukanya itu lebih banyak mendapat petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?
(QS. AL MULK:22)

قُلْ هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۖ قَلِيلًۭا مَّا تَشْكُرُونَ 
Katakanlah:" Dialah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati ". (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.
(QS. AL MULK:23)

قُلْ هُوَ ٱلَّذِى ذَرَأَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ 
Katakanlah:" Dialah Yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nyalah kamu kelak dikumpulkan.
(QS. AL MULK:24)

وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَذَا ٱلْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَدِقِينَ 
Dan mereka berkata:" Kapankah datangnya ancaman itu jika kamu adalah orang-orang yang benar?
(QS. AL MULK:25)

قُلْ إِنَّمَا ٱلْعِلْمُ عِندَ ٱللَّهِ وَإِنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٌۭ مُّبِينٌۭ 
Katakanlah:" Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan.
(QS. AL MULK:26)

فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةًۭ سِيٓـَٔتْ وُجُوهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَقِيلَ هَذَا ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تَدَّعُونَ 
Ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat) sudah dekat, muka orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan (kepada mereka) inilah (azab) yang dahulunya kamu selalu meminta-mintanya.
(QS. AL MULK:27)

قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ أَهْلَكَنِىَ ٱللَّهُ وَمَن مَّعِىَ أَوْ رَحِمَنَا فَمَن يُجِيرُ ٱلْكَفِرِينَ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍۢ 
Katakanlah:" Terangkanlah kepadaku jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersama dengan aku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk syurga), tetapi siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari siksa yang pedih?
(QS. AL MULK:28)

 قُلْ هُوَ ٱلرَّحْمَنُ ءَامَنَّا بِهِۦ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا ۖ فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِى ضَلَلٍۢ مُّبِينٍۢ 
Katakanlah:" Dialah Allah Yang Maha Penyayang kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nyalah kami bertawakkal. Kelak kamu akan mengetahui siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata.
(QS. AL MULK:29)

قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَآؤُكُمْ غَوْرًۭا فَمَن يَأْتِيكُم بِمَآءٍۢ مَّعِينٍۭ 
Katakanlah:" Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?
(QS. AL MULK:30)


Pengertian Taubat.



السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Adakah benar taubat seseorang itu yang bersungguh-sungguh serta ikhlas darinya maka diterima oleh Allah SWT?


Sebagaimana hadith Nabi s.a.w.  dari Abi bin Ali Thalib r.a. :
Ertinya :


Tertulis disekitar Arasy sebelum di ciptakannya Adam a.s. empat ribu tahun.
" Sesungguh Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman dan berbuat baik." [Tanbihul Ghafilin].


Pada sebuah riwayat :
Bahawasanya Jibril a.s. telah datang kepada Nabi s.a.w dan berkata ;
Hai Muhammad, sesugguhnya Allah SWT mengirim salam kepada mu dan berfirman, Barangsiapa bertaubat dari umat mu, sebelum meninggal waktu setahun maka di terima taubatnya.


Nabi s.a.w. bersabda :
Hai Jibril, satu tahun bagi umat ku  itu banyak yakni terlalu lama sebab kebiasaannya lengah dan banyak angan-angan dan cita-cita keinginannya.


Lantas Jibril a.s. pergi lalu datang kembali dan berkata ;
Hai Muhammad, sesungguhnya Tuhan mu berfirman ;
Maksudnya :
"Barangsiapa bertaubat sebelum meninggal waktu sebulan, maka di terima taubatnya."


Nabi s.a.w. bersabda :
Hai Jibril, sebulan bagi umat ku itu juga lama.
Lantas Jibril a.s. pergi dan datang kembali dan berkata ;
Hai Muhammad, sesungguhnya Tuhan mu berfirman.
" Barang siapa bertaubat sebelum meninggal waktu satu hari, maka di terima taubatnya.


Nabi s.a.w. bersabda :
Hai Jibril, satu hari bagi umat ku itu cukup lama.


Maka Jibril pun  pergi, kemudian kembali lagi dan berkta ;
Hai Muhammad, sesungguhnya Tuhan mu berfirman ;
" Barang siapa bertaubat sebelum meninggal waktu satu jam, maka diterima taubatnya."


Nabi s.a.w. bersabda lagi :
Hai Jibril, satu jam bagi umat ku juga lama.


Lantas Jibril a.s. terus pergi dan datang kembali lalu berkata ;
Hai Muhammad, sesungguhnya, Tuhan mu mengirimkan salam kepada mu dan berfirman ;


" Barang siapa seluruh umurnya dalam durhaka dan belum kembali kepada Ku, melainkan sebelum meninggalnya dalam waktu satu tahun, atau satu bulan, atau satu hari, atau satu jam, sehingga ruhnya sudah sampai di tenggorok [kerongkong] dan tidak mungkin berkata, atau beralasan dengan lisan dan menyesali dengan hatinya, sungguh Aku telah mengampuninya." 
[Al-Hadith][Zubdatul-Wa'izdina].


Firman Allah SWT yang berbunyi dan maksudnya :

بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

وَهُوَ ٱلَّذِى يَقْبَلُ ٱلتَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِۦ وَيَعْفُوا۟ عَنِ ٱلسَّيِّـَٔاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُون 


" Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hambaNya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan. "
[Surah Asy-Syuura ayat : 25]


Firman Allah SWT yang berbunyi dan maksudnya :


بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

وَٱلَّذِينَ عَمِلُوا۟ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ثُمَّ تَابُوا۟ مِنۢ بَعْدِهَا وَءَامَنُوٓا۟ إِنَّ رَبَّكَ مِنۢ بَعْدِهَا لَغَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ


" Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
[Surah AL A'RAAF ayat : 153]


Wallahu a'lam.


Bertaubat.

Taubat.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Bertaubat bagi setiap muslim yang mukmin wajib bersungguh-sungguh pada hatinya dan dengan penuh keikhlasan.
Untuk bertaubat bukan sekadar dengan penyesalan dari ungkapan pada lidah sahaja, ia perlu datang dari hati sanubari atau hati batin yang luhur lagi bersungguh-sungguh berserta keinsafan.
Seterusnya memastikan agar taubat itu benar-benar dari rasa dan berperasaan takut, mempunyai kesedaran berserta gentar terhadap siksaan Allah SWT. 
Jika pengertian taubat itu dengan secara lisan maka ini akan pasti kembali terjerumus kepada melakukan perbuatan ma'siat yakni balik kepada perbuatan mungkar [dosa-dosa] yang lalu dan sebagainya, bererti telah mempermainkan [memperlekehkan] Allah SWT.

Rasulullah s.a.w bersabda:
Ertinya :
Orang yang meminta serta memohon keampunan dengan lidah tetapi masih meneruskan perbuatan dosanya seakan-akan memperolok-olokkan Tuhannya. Allah SWT.

Firman Allah SWT.

يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا تُوْبُوْا اِلَى اللهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًا

Maksudnya "sebahagian pertama pada ayat" At Tahrim :
" Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah SWT dengan taubatan nasuhaa [taubat yang semurni-murninya] "

Maksud seterusnya:
Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan;
" Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
[Surah At Tahrim ayat: 8]

Ia menuntut kepastian di mana kita semua perlu mengetahui dan memaklumi bahawa taubat itu adalah wajib hukumnya bagi setiap orang muslim mukmin. Kita tidak akan lekang di uji dengan pelbagai ujian, di sepanjang masa, sehinggalah keakhir hayat kita selagi bergelar "Sifat Baru" .

Adakah kita ini begitu kebal dengan ujian Allah SWT ?
Pertanyaan ini tidak dapat atau perlu di jawab oleh kita, selain memohon dan mengerjakan perkara yang di tuntut dariNya. Di terima atau di sebaliknya satelah kita kerjakan dengan bersungguh-sungguh maka itu bukan urusan kita lagi, berserahlah kepadaNya semoga ia di perkenankan...insyaAllah.

Sebagaimana pula yang termaktub akan perintah-perintah Allah SWT dan hadith-hadith Nabi s.a.w  yang memerintahkan dan menyuruh kita untuk bertaubat kepada Yang Maha Pengampun lagi Maha Berkuasa keatas segala-galanya, maka kita di seru untuk mengerjakan urusan taubat itu dengan menyegerakannya, buatlah seberapa banyak yang mungkin pada setiap waktu yang bersesuaian buat kita., itulah sahaja kekuatan yang kita punyai " mengerjakan apa yang di suruh " , berserahlah Allah SWT dengan seikhlas-ikhlasnya.

Wallahu'alam.